Selasa, Maret 16, 2010

Pemain Termahal Dan Termurah ISL putaran 2


Sama halnya di daratan eropa kompetisi di Indonesia ada paruh musim atau jeda waktu istirahat selama beberapa pekan, jeda waktu tersebut di gunakan untuk refresing bagi pemain dan berkumpul dengan anggota keluarga yang berada di luar kota, namun bagi team paruh musim di manfaatkan untuk berburu pemain-pemain untuk mengisi celah kekurangan pada musim pertama di samping juga pencoretan pemain yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan team.

Park Jung Hwan merupakan pemain termahal di ISL
Bursa transfer di Indonesia memang tidak seperti di benua biru, dalam artian nuansa persaingan belum benar-benar terasa untuk mendapatkan seorang pemain, klub sepertinya masih sekedar mencari kebutuhan yang sesuai dengan team, dan terkesan ingin mendapatkan pemain jadi, tidak berani mengambil pemain muda untuk mengisi skuadnya.
Di Spanyol, Rivalitas antara Barcelona dengan Real Madrid tidak sekedar perebutan gelar juara, mereka juga berlomba-lomba bagaimana mendapatkan pemain terbaik dengan harga yang sangat tinggi, ada juga mitos yang mengatakan bahwa pemain barcelona haram hukumnya pindah ke Real madrid begitupun sebaliknya.
Di Indonesia belum ada nuansa seperti itu, siapapun berhak pindah kemana saja, teror hanya terjadi di stadion saat pemain yang bersangkutan melawan mantan klubnya, tapi itu memang wajar, tapi So What? ini bisnis..bukan Loyalitas.
Kita mesti perlu sejenak berfikir, pemain yang membela team kebanggan kita itu karena loyalitas atau karena uang semata? jika karena uang, meskipun ia di teror di stadion oleh Supporter tidak menjadi masalah, kecuali pindah karena terpaksa, mungkin klub kekurangan dana, dengan menjualnya akan sedikit meringankan keuangan klub, pemain akan merasa dalam tekanan.
Jika di AC.Milan mereka bisa pulih keuangannya dengan menjual seorang Ricardo Kaka, ia bisa di hargai trillunan Rupiah, karena sepak bola di Eropa benar-benar untuk bisnis, Real Madrid tidak akan rugi sekalipun mengeluarkan budged hanya untuk seorang Kaka.
Keuntungan akan berlipat-lipat dari penjualan merchandise, Jersey dan yang berhubungan dengan KAKA.,kalau di Indonesia misalkan, jika team A membeli seorang Bambang Pamungkas atau pemain berlabel timnas dengan harga Ratusan Juta, apa yang di dapat? kecuali untuk meperbaiki pundi2 goal team itu sendiri, iya klo cetak goal, kalau tidak?rugi…udah keluar budged banyak tapi NOL hasilnya.(percuma jual jersey) banyak bajakan!benar-benar tidak ada hak cipta.
Pemain di Indonesia belum mempunyai daya jual yang baik, entah apa alasanya! atau mungkin faktor ekonomi yang paling berpengaruh. tapi jangan salah, di Indonesia juga sudah ada label pemain termahal dan termurah. entah apa alasan utama sebuah team membeli dengan harga mahal,kalau memang tidak bisa berbuat banyak, satu bagus tapi kekompakan team tidak terbentuk artinya sama juga bohong.
Berikut nama-nama pemain di Indonesia dengan predikat pemain termahal :
Park Jung Hwan (Korea Selatan) PSM dari Persiba
Mohammad Albicho (Suriah) Persiba dari Al Wahda
Redouanne Barkaouwi (Maroko) Pelita dari Al Wahda
Marwan Sayedeh (Suriah) Pelita dari Jableh Syrian
Osvaldo Moreno (Paraguay) PSM dari Club Real de Colima
(Rata-rata harga pemain termahal 431 juta rupiah, sumber: BLI)
Daftar Lima Pemain Termurah Putaran Kedua ISL
Manuel Ndendi (Kamerun) Persitara dari Tus Koblenz
Ham Hyeong Kyu (Korsel) Persela dari Home United
Tomoaki Komorida (Jepang) Persela dari Roasso Kumamoto
Esteban Guillen (Uruguay) Arema dari PSMS
Diego Mandieta (Paraguay) Persitara dari Silvio Pettirossi
(Rata-rata harga pemain termurah 90 juta rupiah
striker PSM Makasar Park Jung Hwan, menjadi pemain termahal pada transfer paruh kedua ISL. Kabarnya, PSM menggelontorkan dana sebesar 420 juta rupiah untuk memboyong bomber asal Korea Selatan itu.
Namun permainan Park bersama Juku Eja, tak ‘elok’ seperti harganya. Dalam dua laga yang dilakoni, Park belum mengantongi satu gol pun meski pada pertandingan perdana, PSM menang 1-0 lawan Persijap Jepara dan mampu bermain imbang dengan skor kacamata saat bertemu Persela.
Ketika bersama Persiba Balikpapan, Park juga tidak menunjukan performanya sebagai pemain mahal. Pada putaran pertama sendiri, Park hanya mampu mengoleksi 2 gol saja.
Sementara itu, pemain anyar Persitara Jakarta Utara, Diego Mandieta menjadi pemain dengan harga paling murah. Dikabarkan, klub lamanya Silvio Pettirossi, membanderol mendieta dengan harga 210 juta rupiah.
Apakah dengan harga mahal akan membawa team menjadi juara? hanya fakta di lapangan yang bisa menjawab, Salam Damai Supporter Indonesia

Gatotkaca


Gatotkaca
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gatotkaca
Gatotkaca sebagai tokoh wayang kulit Jawa
Gatotkaca sebagai tokoh wayang kulit Jawa
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Gatotkaca
Nama lain: Bhimasuta; Tetuka;
Tutuka; Hidimbyatmaja
Aksara Dewanagari: घटोत्कच
Ejaan Sanskerta: Ghattotkacha
Golongan: rakshasa
Asal: wilayah timur laut India,
sebelah selatan pegunungan
Himalaya timur[1]
Kediaman: Kerajaan Rakshasa
Pasangan: Ahilawati (versi India), Pregiwa (versi Jawa)
Anak: Barbarika

Gatotkaca (bahasa Sanskerta: घटोत्कच; Ghattotkacha) adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata yang dikenal sebagai putra Bimasena atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya yang bernama Hidimbi (Harimbi) berasal dari bangsa rakshasa, sehingga ia pun dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar di Kurukshetra ia banyak menewaskan sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.

Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa ia dikenal dengan ejaan Gatutkaca (bahasa Jawa: Gathutkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan "otot kawat tulang besi".
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Asal-Usul dan Arti Nama
* 2 Kelahiran
* 3 Menjadi Jago Dewa
* 4 Perkawinan
* 5 Menjadi Raja Pringgadani
* 6 Kematian Versi Mahabharata
* 7 Kematian Versi Jawa
* 8 Lihat pula
* 9 Catatan kaki
* 10 Pranala luar

[sunting] Asal-Usul dan Arti Nama

Menurut versi Mahabharata, Gatotkaca adalah putra Bimasena dari keluaga Pandawa yang lahir dari seorang rakshasa perempuan bernama Hidimbi. Hidimbi sendiri merupakan raksasi penguasa sebuah hutan bersama kakaknya yang bernama Hidimba.

Dalam pewayangan Jawa, ibu Gatotkaca lebih terkenal dengan sebutan Arimbi. Menurut versi ini, Arimbi bukan sekadar penghuni hutan biasa, melainkan putri dari Kerajaan Pringgadani, negeri bangsa rakshasa.

Dalam bahasa Sanskerta, nama Ghatotkacha secara harfiah bermakna "memiliki kepala seperti kendi". Nama ini terdiri dari dua kata, yaitu ghaṭ(tt)am yang berarti "buli-buli" atau "kendi", dan utkacha yang berarti "kepala". Nama ini diberikan kepadanya karena sewaktu lahir kepalanya konon mirip dengan buli-buli atau kendi.
[sunting] Kelahiran

Kisah kelahiran Gatotkaca dikisahkan secara tersendiri dalam pewayangan Jawa. Namanya sewaktu masih bayi adalah Jabang Tetuka. Sampai usia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. Arjuna (adik Bimasena) pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk dewa demi menolong nasib keponakannya itu. Namun pada saat yang sama Karna, panglima Kerajaan Hastina juga sedang bertapa mencari senjata pusaka.

Karena wajah keduanya mirip, Batara Narada selaku utusan kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan kepada Arjuna. Setelah menyadari kesalahannya, Narada pun menemui Arjuna yang sebenarnya. Arjuna lalu mengejar Karna untuk merebut senjata Konta.

Pertarungan pun terjadi. Karna berhasil meloloskan diri membawa senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung pembungkus pusaka tersebut. Namun sarung pusaka Konta terbuat dari Kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Tetuka.

Akan tetapi keajaiban terjadi. Kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikannya berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Tetuka. Namun ia juga meramalkan bahwa kelak Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta.
[sunting] Menjadi Jago Dewa

Versi pewayangan Jawa melanjutkan, Tetuka kemudian dipinjam Narada untuk dibawa ke kahyangan yang saat itu sedang diserang musuh bernama Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Ia diutus rajanya yang bernama Kalapracona untuk melamar bidadari bernama Batari Supraba. Bayi Tetuka dihadapkan sebagai lawan Sekipu. Anehnya, semakin dihajar bukannya mati, Tetuka justru semakin kuat.

Karena malu, Sekipu mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Narada kemudian menceburkan tubuh Tetuka ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa. Para dewa kemudian melemparkan berbagai jenis senjata pusaka ke dalam kawah. Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang laki-laki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.

Tetuka kemudian bertarung melawan Sekipu dan berhasil membunuhnya menggunakan gigitan taringnya. Kresna dan para Pandawa saat itu datang menyusul ke kahyangan. Kresna kemudian memotong taring Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan sifat-sifat kaum raksasa.

Batara Guru raja kahyangan menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka, yaitu Caping Basunanda, Kotang Antrakusuma, dan Terompah Padakacarma untuk dipakai Tetuka, yang sejak saat itu diganti namanya menjadi Gatotkaca. Dengan mengenakan pakaian pusaka tersebut, Gatotkaca mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan membunuh Kalapracona.
[sunting] Perkawinan

Dalam versi Mahabharata, Gatotkaca menikah dengan seorang wanita bernama Ahilawati. Dari perkawinan ini lahir seorang putra bernama Barbarika. Baik Gatotkaca ataupun Barbarika sama-sama gugur dalam perang besar di Kurukshetra, namun di pihak yang berbeda.

Dalam versi pewayangan Jawa, Gatotkaca menikah dengan sepupunya, yaitu Pregiwa putri Arjuna. Ia berhasil menikahi Pregiwa setelah melalui perjuangan berat, yaitu menyingkirkan saingannya, bernama Laksmana Mandrakumara putra Duryudana dari keluarga Korawa.

Dari perkawinan Gatotkaca dengan Pregiwa lahir seorang putra bernama Sasikirana. Ia menjadi panglima perang Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Parikesit, putra Abimanyu atau cucu Arjuna.

Versi lain mengisahkan, Gatotkaca memiliki dua orang istri lagi selain Pregiwa, yaitu Suryawati dan Sumpaniwati. Dari keduanya masing-masing lahir Suryakaca dan Jayasumpena.
[sunting] Menjadi Raja Pringgadani
Gatotkaca dalam bentuk asli wayang kulit dengan hiasan/pahatan berwarna.

Gatotkaca versi Jawa adalah manusia setengah raksasa, namun bukan raksasa hutan. Ibunya adalah Arimbi putri Prabu Tremboko dari Kerajaan Pringgadani. Tremboko tewas di tangan Pandu ayah para Pandawa akibat adu domba yang dilancarkan Sangkuni. Ia kemudian digantikan oleh anak sulungnya yang bernama Arimba.

Arimba sendiri akhirnya tewas di tangan Bimasena pada saat para Pandawa membangun Kerajaan Amarta. Takhta Pringgadani kemudian dipegang oleh Arimbi yang telah diperistri Bima. Rencananya takhta kelak akan diserahkan kepada putra mereka setelah dewasa.

Arimbi memiliki lima orang adik bernama Brajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajawikalpa, dan Kalabendana. Brajadenta diangkat sebagai patih dan diberi tempat tinggal di Kasatrian Glagahtinunu. Sangkuni dari Kerajaan Hastina datang menghasut Brajadenta bahwa takhta Pringgadani seharusnya menjadi miliknya bukan milik Gatotkaca.

Akibat hasutan tersebut, Brajadenta pun memberontak hendak merebut takhta dari tangan Gatotkaca yang baru saja dilantik sebagai raja. Brajamusti yang memihak Gatotkaca bertarung menghadapi kakaknya itu. Kedua raksasa kembar tersebut pun tewas bersama. Roh keduanya kemudian menyusup masing-masing ke dalam telapak tangan Gatotkaca kiri dan kanan, sehingga manambah kesaktian keponakan mereka tersebut.

Setelah peristiwa itu Gatotkaca mengangkat Brajalamadan sebagai patih baru, bergelar Patih Prabakiswa.
[sunting] Kematian Versi Mahabharata

Kematian Gatotkaca terdapat dalam buku ketujuh Mahabharata yang berjudul Dronaparwa, pada bagian Ghattotkacabadhaparwa. Ia dikisahkan gugur dalam perang di Kurukshetra atau Baratayuda pada malam hari ke-14. Perang besar tersebut adalah perang saudara antara keluarga Pandawa melawan Korawa, di mana Gatotkaca tentu saja berada di pihak Pandawa.

Versi Mahabharata mengisahkan, Gatotkaca sebagai seorang raksasa memiliki kekuatan luar biasa terutama pada malam hari. Setelah kematian Jayadrata di tangan Arjuna, pertempuran seharusnya dihentikan untuk sementara karena senja telah tiba. Namun Gatotkaca menghadang pasukan Korawa kembali ke perkemahan mereka.

Pertempuran pun berlanjut. Semakin malam kesaktian Gatotkaca semakin meningkat. Prajurit Korawa semakin berkurang jumlahnya karena banyak yang mati di tangannya. Seorang sekutu Korawa dari bangsa rakshasa bernama Alambusa maju menghadapinya. Gatotkaca menghajarnya dengan kejam karena Alambusa telah membunuh sepupunya, yaitu Irawan putra Arjuna pada pertempuran hari kedelapan. Tubuh Alambusa ditangkap dan dibawa terbang tinggi, kemudian dibanting ke tanah sampai hancur berantakan.

Duryodana pemimpin Korawa merasa ngeri melihat keganasan Gatotkaca. Ia memaksa Karna menggunakan senjata pusaka pemberian Dewa Indra yang bernama Shakti untuk membunuh rakshasa itu. Semula Karna menolak karena pusaka tersebut hanya bisa digunakan sekali saja dan akan dipergunakannya untuk membunuh Arjuna. Namun karena terus didesak, Karna terpaksa melemparkan pusakanya menembus dada Gatotkaca.

Menyadari ajalnya sudah dekat, Gatotkaca masih sempat berpikir bagaimana caranya untuk membunuh prajurit Kurawa dalam jumlah besar. Maka Gatotkaca pun memperbesar ukuran tubuhnya sampai ukuran maksimal dan kemudian roboh menimpa ribuan prajurit Korawa. Pandawa sangat terpukul dengan gugurnya Gatotkaca.

Dalam barisan Pandawa hanya Kresna yang tersenyum melihat kematian Gatotkaca. Ia gembira karena Karna telah kehilangan pusaka andalannya sehingga nyawa Arjuna dapat dikatakan relatif aman.
[sunting] Kematian Versi Jawa
Sosok Gatotkaca (kiri) dan Abimanyu (sedang memanah) dalam sebuah lukisan tradisional dari Maharashtra, dibuat sekitar abad ke-19.

Perang di Kurukshetra dalam pewayangan Jawa biasa disebut dengan nama Baratayuda. Kisahnya diadaptasi dan dikembangkan dari naskah Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157 pada zaman Kerajaan Kadiri.

Versi pewayangan mengisahkan, Gatotkaca sangat akrab dengan sepupunya yang bernama Abimanyu putra Arjuna. Suatu hari Abimanyu menikah dengan Utari putri Kerajaan Wirata, di mana ia mengaku masih perjaka. Padahal saat itu Abimanyu telah menikah dengan Sitisundari putri Kresna.

Sitisundari yang dititipkan di istana Gatotkaca mendengar suaminya telah menikah lagi. Paman Gatotkaca yang bernama Kalabendana datang menemui Abimanyu untuk mengajaknya pulang. Kalabendana adalah adik bungsu Arimbi yang berwujud raksasa bulat kerdil tapi berhati polos dan mulia. Hal itu membuat Utari merasa cemburu. Abimanyu terpaksa bersumpah jika benar dirinya telah beristri selain Utari, maka kelak ia akan mati dikeroyok musuh.

Kalabendana kemudian menemui Gatotkaca untuk melaporkan sikap Abimanyu. Namun Gatotkaca justru memarahi Kalabendana yang dianggapnya lancang mencampuri urusan rumah tangga sepupunya itu. Karena terlalu emosi, Gatotkaca sampai memukul kepala Kalabendana. Mekipun perbuatan tersebut dilakukan tanpa sengaja, namun pamannya itu tewas seketika.

Ketika perang Baratayuda meletus, Abimanyu benar-benar tewas dikeroyok para Korawa pada hari ke-13. Esoknya pada hari ke-14 Arjuna berhasil membalas kematian putranya itu dengan cara memenggal kepala Jayadrata.

Duryudana sangat sedih atas kematian Jayadrata, adik iparnya tersebut. Ia memaksa Karna menyerang perkemahan Pandawa malam itu juga. Karna pun terpaksa berangkat meskipun hal itu melanggar peraturan perang.

Mendengar para Korawa melancarkan serangan malam, pihak Pandawa pun mengirim Gatotkaca untuk menghadang. Gatotkaca sengaja dipilih kaarena Kotang Antrakusuma yang ia pakai mampu memancarkan cahaya terang benderang.

Pertempuran malam itu berlangsung mengerikan. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Korawa yang bernama Lembusa. Namun ia sendiri kehilangan kedua pamannya, yaitu Brajalamadan dan Brajawikalpa yang tewas bersama musuh-musuh mereka, bernama Lembusura dan Lembusana.

Gatotkaca akhirnya berhadapan dengan Karna, pemilik senjata Kontawijaya. Ia pun menciptakan kembaran dirinya sebanyak seribu orang sehingga membuat Karna merasa kebingungan. Atas petunjuk ayahnya, yaitu Batara Surya, Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang asli. Ia pun melepaskan senjata Konta ke arah Gatotkaca.

Gatotkaca mencoba menghindar dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun arwah Kalabendana tiba-tiba muncul menangkap Kontawijaya sambil menyampaikan berita dari kahyangan bahwa ajal Gatotkaca telah ditetapkan malam itu.

Gatotkaca pasrah terhadap keputusan dewata. Namun ia berpesan supaya mayatnya masih bisa digunakan untuk membunuh musuh. Kalabendana setuju. Ia kemudian menusuk pusar Gatotkaca menggunakan senjata Konta. Pusaka itu pun musnah bersatu dengan sarungnya, yaitu kayu Mastaba yang masih tersimpan di dalam perut Gatotkaca.

Gatotkaca telah tewas seketika. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayatnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur berkeping-keping tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa. Akibatnya, pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Tidak terhitung banyaknya berapa jumlah mereka yang mati.

Alexandre Pato
From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search

This is a Portuguese name; the first family name is Rodrigues and the second is Silva.

Alexandre Pato Alexandre Pato Brazil.jpg
Personal information
Full name Alexandre Rodrigues da Silva
Date of birth 2 September 1989 (1989-09-02) (age 20)
Place of birth Pato Branco, Brazil
Height 1.79 m (5 ft 10 in)[1]
Playing position Striker, Winger
Club information
Current club Milan
Number 7
Youth career
2000–2006 Internacional
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
2006–2007 Internacional 10 (6)
2007– Milan 74 (36)
National team‡
2008 Brazil Olympic 6 (2)
2008– Brazil 8 (1)
Honours[show]
Competitor for Brazil
Men's Football
Bronze 2008 Beijing Team Competition
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 24 February 2010.

† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 24 October 2009

Alexandre Rodrigues da Silva (born 2 September 1989 in Pato Branco, Paraná), commonly known as Alexandre Pato, is a Brazilian footballer who plays as a striker for Italian Serie A club Milan and the Brazilian national team. The nickname "Pato" is in honour of his place of birth, but has led to commentators calling him "The Duck", which is the literal translation of "Pato" from Portuguese. He is known for his quick pace, skillful dribbling and powerful shot. He is regarded as one of the most promising young prospects in world football.
Contents
[hide]

* 1 Early career
* 2 Club career
o 2.1 Internacional
o 2.2 Milan
+ 2.2.1 2007–08 season
+ 2.2.2 2008–09 season
+ 2.2.3 2009–10 season
* 3 International career
* 4 Personal life
* 5 Career statistics
o 5.1 International statistics
* 6 Honours
* 7 References
o 7.1 Publications
o 7.2 Citations
* 8 External links

[edit] Early career

He started playing indoor football (futsal) in his hometown at the age of three. Soon, his ability became known all around the south Brazilian state of Paraná for being skillful and talented goal scorer and, after being praised by many of his managers, the teenager went to Porto Alegre, Rio Grande do Sul, to try out for Grêmio. He was turned away by Grêmio, the club whom he had supported since a boy – but local rivals Internacional convinced him to play for them. Despite the two clubs being bitter enemies, Pato’s parents convinced their youngster to switch his allegiance.[2][3]

In 2000, when he was aged 11, his doctors determined he had a potentially malignant tumor in his left arm, which occurred after he had broken it twice in the same place. If it had not been removed, he faced the possibility of it becoming cancerous in two months. His family couldn't afford the surgery but one of their family friends, who is a doctor, operated as a volunteer for free.[4]
[edit] Club career
[edit] Internacional

On his first team debut on November 26, 2006, at the age of 17, he helped Internacional to a 4-1 win over Palmeiras. In this game, Pato had three assists and also scored a goal. His appearance put the spotlight on the young player and created expectations and comparisons with another Brazilian superstar, the then Real Madrid player, and ex-team-mate Ronaldo.[5]

Following this stunning debut, Pato was included in the Internacional squad that travelled to Japan in December 2006 to compete at the 2006 FIFA Club World Cup. Internacional had qualified for this tournament by winning the 2006 Copa Libertadores in August. On December 13, 2006, Pato scored Internacional’s first goal of the tournament in the 23rd minute of the semi-final against African club champions Al-Ahly, played at the Olympic Stadium in Tokyo. He was later substituted in the 65th minute due to cramp in his right leg. His replacement, Luiz Adriano, scored in the 72nd minute to give Internacional a 2-1 win and a place in the final against UEFA Champions League champions Barcelona.[6]

The 2006 FIFA Club World Cup Final was played at the International Stadium against FC Barcelona in Yokohama on December 17, 2006, in front of 67,128 spectators. Alexandre Pato started the game, but was substituted by Luiz Adriano in the 61st minute with the score still 0-0. Therefore Pato was not on the field when Adriano Gabiru scored in the 82nd minute, giving Internacional a shock 1-0 win and, ultimately, the 2006 FIFA Club World Cup.[7]
[edit] Milan
[edit] 2007–08 season

Incumbent European champions Milan officially confirmed the signing of Pato on 2 August 2007,[8] paying €22,000,000 to transfer his contract from Internacional.[9] Due to FIFA football regulations regarding non-EU minors, Pato was unable to play official matches for Milan until 3 January 2008, when the Italian transfer window and registration reopened.[10] However, Milan was allowed to include the player in friendlies and training beginning 3 September 2007, one day after his 18th birthday. Pato made his non-competitive debut in a 2–2 draw against Dynamo Kiev on 7 September 2007 and scored a header. On 4 January 2008, Pato's transfer to Milan became official.[11]

Pato scored his first Milan goal on his Serie A debut against Napoli in a 5–2 home victory on 13 January 2008. He scored his first brace for Milan, in a 2–0 victory over Genoa at the San Siro on 27 January 2008. He finished the 2007–08 season with 9 goals in 20 appearances (18 in the league).
[edit] 2008–09 season

In late 2008, Pato scored two goals in Milan's 5–1 win over Udinese just before the Christmas break, and managed to shine again with a brace against Roma the following matchday at the Stadio Olimpico on 11 January 2009, proving that he is a vital part of Milan's attack. He continued his impressive form for Milan, hitting six goals in four games, including a game winning strike against Fiorentina on 18 January. On 15 February, he scored his 11th goal of the season in a 2–1 defeat against home rivals Internazionale. On 26 February, Pato scored his 12th goal of the season against Werder Bremen in the UEFA Cup, a game Milan drew 2–2; but with this, were knocked out the competition on the away goals rule. Pato continued his good form with two goals against Siena on 15 March. Pato finished the 2008-09 season as Milan's top goalscorer with 18 goals.
[edit] 2009–10 season

On 22 August 2009, in the first Serie A match of the 2009/2010 season, Pato scored a goal in each half during the 2-1 win against Siena.[12] Around two months later, on 21 October 2009, during matchday 3 of the Champions league group stage, Pato scored 2 second half goals in a 3-2 win against Real Madrid at the Bernabéu. He has since played at the right wing in a 4-3-3 formation. He has been of a fine run of form scoring almost a goal a game since Leonardo's tactical switch to a 4-2-1-3 with Pato playing at the right.[13] On January 18 2010, Pato was awarded the 2009 Serie A Young Footballer of the Year award at the Oscar del Calcio ceremony becoming the first Brazilian to be awarded with the title. On his return to the team from injury on February 12, Pato scored a first-half goal at San Siro versus Udinese, rounding the goalkeeper to make it 2-0. The game finished 3-2 to AC Milan. On February 21 he scored the second goal in a 2-0 away win against Bari. Three days later, he scored the winning goal at the 92nd minute at Stadio Artemio Franchi in a 2-1 victory against Fiorentina. On February 28, he scored a brace in the first half at the San Siro, helping AC Milan beat Atalanta 3-1 but coming off halfway through the second half due to a muscular problem. This muscular problem forced him to miss two crucial trips to Roma and Manchester United.
[edit] International career

After gaining prominence at club level, Pato was called up for the youth teams of Brazil. He helped Brazil win the 2007 South American Youth Championship, which qualified the country for the 2007 FIFA U-20 World Cup, and was selected by Brazil coach Dunga for the 2008 Summer Olympics.[14] He scored his first goal for the senior Brazilian team on his debut against Sweden at the Emirates Stadium in England on 26 March 2008, beating Pelé's record of scoring a goal within seconds of his full international debut.[3]
[edit] Personal life

Since 2007, Pato had been engaged to Brazilian actress Sthefany Brito, two years his senior. They split up in January 2009 and it was stated that it was a mutual decision as neither of them could keep a long-distance relationship.[15] However, they got back together and on the evening of 7 July 2009, Pato and Sthefany wed in a ceremony at the Copacabana Palace, in Rio.[16]
[edit] Career statistics
Club Season Domestic
League Domestic
Cups Continental
Competitions1 Other
Tournaments2 Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
Internacional
2006

1

1

-

-

-

-

2

1

3

2
2007

9

5

-

-

7

4

9

3

25

12
Total 10 6 - - 7 4 11 4 28 14
Milan
2007–08

18

9

-

-

2

0

-

-

20

9
2008–09

36

15

-

-

6

3

-

-

42

18
2009–10

20

12

-

-

5

2

-

-

25

14
Total 74 36 - - 13 5 - - 87 41
Career Total 84 42 - - 20 9 11 4 115 55

Senior club appearances and goals correct as of 12 February, 2010.

1Continental Competitions include the Copa Libertadores, Recopa Sudamericana, UEFA Champions League and UEFA Cup/Europa League
2Other Tournaments include the FIFA Club World Cup and Campeonato Gaúcho
[edit] International statistics

As of June 28, 2009[17][18]

National team Club Season Apps Goals
Brazil Milan 2007–2008 3 1
2008–2009 5 0
Total 8 1

[show]International appearances and goals
# Date Venue Opponent Result Goal Competition
2007–2008
1. March 26, 2008 London, England Sweden 1–0 1 Friendly
2. May 31, 2008 Seattle, United States Canada 3–2 0 Friendly
3. June 6, 2008 Boston, United States Venezuela 0–2 0 Friendly
June 22, 2008 Volta Redonda, Brazil Brazil Rio de Janeiro State Selection 1–0 1 Unofficial friendly (Brazil U-23)
2008–2009
July 28, 2008 Singapore Singapore 3–0 0 Friendly (Brazil U-23)
August 1, 2008 Hanoi, Vietnam Vietnam 3–0 1 Friendly (Brazil U-23)
August 7, 2008 Shenyang, China PR Belgium 1–0 0 2008 Olympic Games (Brazil U-23)
August 10, 2008 Shenyang, China PR New Zealand 5–0 1 2008 Olympic Games (Brazil U-23)
August 13, 2008 Qinhuangdao, China PR China PR 3–0 0 2008 Olympic Games (Brazil U-23)
August 19, 2008 Beijing, China PR Argentina 0–3 0 2008 Olympic Games (Brazil U-23)
4. October 15, 2008 Rio de Janeiro, Brazil Colombia 0–0 0 2010 FIFA World Cup qualification
5. February 10, 2009 London, England Italy 2–0 0 Friendly
6. April 1, 2009 Porto Alegre, Brazil Peru 3-0 0 2010 FIFA World Cup qualification
7. June 10, 2009 Recife, Brazil Paraguay 2-1 0 2010 FIFA World Cup qualification
8. June 15, 2009 Bloemfontein, South Africa Egypt 4–3 0 2009 FIFA Confederations Cup
[edit] Honours

Internacional

* Recopa Sudamericana: 2007
* FIFA Club World Cup: 2006

International

* FIFA Confederations Cup: 2009
* South American Youth Championship: 2007 South American U-20 Championship
* Sendai Cup: 2006
* 2008 Beijing Olympics: Men's football bronze medal

Individual

* Brazilian U-20 Championships Top-Scorer - 2006
* Brazilian U-20 Championships Most Valuable Player - 2006
* Sendai Cup Top-Scorer - 2006
* Sendai Cup Most Valuable Player - 2006
* Serie A Player Of The Month - January 2009
* Tuttosport Golden Boy of the Year - 2009
* Serie A Young Footballer of the Year - 2009
* Italian Football Oscars Best Young Player - 2009

Jangan Pencet F1 kalau pakai Windows XP

Anda masih menggunakan sistem operasi Windows XP? Sah-sah saja. Menjelajah internet dengan browser Internet Explorer yang tersedia di sana? Tentu tidak masalah.

Meski sistem operasi Windows 7 sudah hadir dan siap menggantikan OS legendaris Microsoft tersebut, akan tetapi banyak pengguna yang betah dan belum segera beralih. Demikian pula dengan pengguna Internet Explorer yang masih menjadi browser paling dominan di internet.

Akan tetapi, baru-baru ini ternyata ditemukan sebuah celah keamanan dalam VBScript, yang hanya mempengaruhi pengguna Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003. Lewat celah tersebut, kode berbahaya bisa masuk ke komputer pengguna dengan bantuan satu tombol. Yakni tombol F1 di keyboard.

Seperti dikutip dari Engadget, 4 Maret 2010, sejumlah situs berbahaya mendesak pengguna untuk menekan tombol F1 di keyboard. Tujuannya, menurut situs tersebut, agar pengguna membuka fitur Microsoft Help untuk mencari bantuan.

Akan tetapi, saat pengguna menekan tombol F1, sebuah kode berbahaya dijalankan dan masuk ke komputer pengguna tersebut.

Microsoft sendiri berjanji untuk melakukan investigasi penuh terhadap masalah ini dan akan mengeluarkan penanggulangannya secepat mungkin. Sambil menunggu solusi dari produsen software terbesar itu, ada baiknya Anda menghindari menekan tombol F1 saat sebuah situs memintanya.

Atau, kalaupun Anda masih menggunakan sistem operasi Windows 2000, XP, atau Server 2003, silakan gunakan browser lain selain Internet Explorer.

Pentagon Latih Karyawan Jadi Hacker

Memperkuat jaringan komputer yang ada di lingkungannya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon kini melatih SDM-nya untuk meng-hack jaringannya sendiri.

Menurut Jay Bavisi, Presiden International Council of Electronic Commerce Consultants atau EC-Council, untuk bisa melawan kekuatan hacker di luar sana, SDM-nya harus berpikir seperti mereka. "Karena itu, kami memberikan mereka pelatihan untuk menjadi hacker certified," katanya seperti dikutip VIVAnews dari Secure Obs, Jakarta, Senin 15 Maret 2010.

Untuk diketahui, EC-Council merupakan salah satu perusahaan resmi yang dipilih oleh Pentagon untuk mengawasi pelatihan para pekerja Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang berhubungan dengan keamanan komputer. Ketika usai, para pekerja akan berhak atas sertifikat dan resmi menjadi certified hacker.

"Dengan sertifikasi itu, para pekerja diharapkan mampu mempertahankan jaringan dari ancaman para hacker, bukan justru menjadi hacker," kata Letnan Kolonel Eric Butterbaugh selaku juru bicara Dephan AS.

Diketahui, sepanjang tahun 2009, tercatat hampir 45.000 serangan terhadap komputer Dephan AS. Bahkan, serangan terhadap jaringan komputer Dephan diperkirakan meningkat naik 60 persen
sampai akhir 2010. Alhasil, Pentagon merugi sebesar 100 juta dolar AS.

Bavisi mengatakan pelatihan itu fokus pada seni hack, menggunakan peralatan dan trik yang sama yang digunakan oleh para hacker konvensional. "Konsep utamanya, para karyawan Dephan dipersilahkan menggunakan pelatihan itu untuk meng-hack ke dalam jaringan komputer Departemen," ujar Bavisi.

"Jadi, ketika mereka menemukan celah keamanan (bug) yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang. Mereka akan meningkatkan keamanan pada titik itu sehingga menghilangkan ancaman," tandasnya.

Hujan Simpati buat Beckham

David Beckham harus mengubur impiannya untuk merumput di Piala Dunia 2010. Ia menderita cedera robek tendon Achilles yang cukup parah dan diharuskan naik ke meja operasi.

Ayah tiga anak itu menderita kemalangan saat klub peminjamnya, AC Milan, mengalahkan Chievo dalam lanjutan Serie A, Minggu 14 Maret 2010. Itu artinya hancur semua usaha Beckham untuk dibawa Fabio Capello ke Afrika Selatan.

Padahal sepanjang tahun lalu, mantan pemain Manchester United itu menyatakan antusiasme kembali membela Inggris. Nasib ini mendatangkan simpati dari berbagai pihak.

"Dia akan pulih dari cedera tepat waktu. Saya tidak yakin dia akan pensiun karena ini," kata mantan rekan setim Beckham di MU, Andy Cole.

Selain itu, mantan pelatih Milan Carlo Ancelotti juga angkat bicara. Carletto -sapaan Ancelotti- memiliki keyakinan yang sama seperti Cole. Pasalnya, Carletto pernah melihat sendiri bagaimana Beckham ingin sekali pergi ke Piala Dunia.

"Dia datang tahun lalu ke Milan. Tapi di atas semua itu, ia menunjukkan kualitas yang tinggi untuk Inggris. Saya harap dia cepat pulih dan bisa segera kembali bermain," ucap Carletto.

Bukan hanya Carletto, Fabio Capello pun sampai harus turun langsung berbicara dengan Beckham untuk menunjukkan simpatinya. "Saya telah berbicara dengannya setelah pertandingan pada Minggu malam untuk memberikan dukungan, seperti yang dilakukan oleh Franco Malesani," ujar Capello.

Selain para pelaku sepakbola, para fans juga diundang untuk menyampaikan simpatinya. Salah satu situs sepakbola mempersilahkan para penggemar untuk mengirim berbagai ucapan pendukung semangat.

Rencananya, pesan-pesan itu akan disampaikan langsung ke Beckham saat ia kembali ke Amerika Serikat untuk membela Los Angeles Galaxy.

Hujan Simpati buat Beckham

David Beckham harus mengubur impiannya untuk merumput di Piala Dunia 2010. Ia menderita cedera robek tendon Achilles yang cukup parah dan diharuskan naik ke meja operasi.

Ayah tiga anak itu menderita kemalangan saat klub peminjamnya, AC Milan, mengalahkan Chievo dalam lanjutan Serie A, Minggu 14 Maret 2010. Itu artinya hancur semua usaha Beckham untuk dibawa Fabio Capello ke Afrika Selatan.

Padahal sepanjang tahun lalu, mantan pemain Manchester United itu menyatakan antusiasme kembali membela Inggris. Nasib ini mendatangkan simpati dari berbagai pihak.

"Dia akan pulih dari cedera tepat waktu. Saya tidak yakin dia akan pensiun karena ini," kata mantan rekan setim Beckham di MU, Andy Cole.

Selain itu, mantan pelatih Milan Carlo Ancelotti juga angkat bicara. Carletto -sapaan Ancelotti- memiliki keyakinan yang sama seperti Cole. Pasalnya, Carletto pernah melihat sendiri bagaimana Beckham ingin sekali pergi ke Piala Dunia.

"Dia datang tahun lalu ke Milan. Tapi di atas semua itu, ia menunjukkan kualitas yang tinggi untuk Inggris. Saya harap dia cepat pulih dan bisa segera kembali bermain," ucap Carletto.

Bukan hanya Carletto, Fabio Capello pun sampai harus turun langsung berbicara dengan Beckham untuk menunjukkan simpatinya. "Saya telah berbicara dengannya setelah pertandingan pada Minggu malam untuk memberikan dukungan, seperti yang dilakukan oleh Franco Malesani," ujar Capello.

Selain para pelaku sepakbola, para fans juga diundang untuk menyampaikan simpatinya. Salah satu situs sepakbola mempersilahkan para penggemar untuk mengirim berbagai ucapan pendukung semangat.

Rencananya, pesan-pesan itu akan disampaikan langsung ke Beckham saat ia kembali ke Amerika Serikat untuk membela Los Angeles Galaxy.